Implementasi Pembelajaran Berbasis Etnosains Melalui Pemanfaatan Ekosistem Pesisir Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa MIS Rahmatullah Kou
Keywords:
Etnosains, Literasi Sains, Ekosistem Pesisir, MIS Rahmatullah KouAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berbasis etnosains dengan memanfaatkan ekosistem pesisir di sekitar MIS Rahmatullah Kou untuk meningkatkan literasi sains siswa. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam memahami konsep-konsep sains yang sering dianggap abstrak, sementara lingkungan lokal memiliki potensi yang kaya sebagai sumber belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan tes literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal terkait ekosistem pesisir, seperti pemahaman tentang pasang surut dan ekosistem mangrove, ke dalam kurikulum sains secara signifikan meningkatkan rasa ingin tahu dan pemahaman konseptual siswa. Analisis menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis etnosains tidak hanya meningkatkan nilai akademik, tetapi juga menumbuhkan sikap peduli terhadap pelestarian lingkungan pada siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar guru lebih kreatif dalam memetakan potensi lokal sebagai alternatif keterbatasan fasilitas laboratorium.
References
Aikenhead, G. S. (2001). Integrating Western and Aboriginal sciences: Cross-cultural science teaching. Research in Science Education, 31(3), 337-355.
Aikenhead, G. S. (2001). Integrating Western and Aboriginal sciences: Cross-cultural science teaching. Research in Science Education, 31(3), 337-355.
Arfianawati, S., Sudarmin, S., & Sumarni, W. (2016). Model pembelajaran kimia berbasis etnosains untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 10(1).
Arfianawati, S., Sudarmin, S., & Sumarni, W. (2016). Model pembelajaran kimia berbasis etnosains untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 10(1).
Battiste, M. (2002). Indigenous knowledge and pedagogy in First Nations education: A literature review with recommendations. Ottawa: Apamuwek Institute.
Battiste, M. (2002). Indigenous knowledge and pedagogy in First Nations education: A literature review with recommendations. Ottawa: Apamuwek Institute.
Borg, W. R., & Gall, M. D. (2003). Educational Research: An Introduction (7th ed.). New York: Allyn and Bacon.
Cajete, G. A. (2000). Native Science: Natural Laws of Interdependence. Santa Fe: Clear Light Publishers.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2011). The Sage Handbook of Qualitative Research. Thousand Oaks: Sage Publications.
Fasasi, R. A. (2017). Effects of ethnoscience instruction on students’ conception of fixed and soluble substances. International Journal of Secondary Education, 5(6), 92-95.
Gagne, R. M. (1985). The Conditions of Learning and Theory of Instruction. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1994). Competing paradigms in qualitative research. Handbook of Qualitative Research, 2, 163-194.
Hadi, W. P., & Ahied, M. (2017). Kajian etnosains madura: Pemanfaatan potensi pesisir pantai madura sebagai sumber belajar ipa di sekolah menengah pertama. Rekayasa, 10(1), 31-38.
Harlen, W. (2015). Working with Big Ideas of Science Education. Trieste: Science Education Programme (SEP) of IAP.
Khourey-Bowers, C. (2011). Active learning strategies: The role of ethnoscience in science education. Journal of Science Teacher Education, 22(3), 235-252.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Sage.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
National Research Council (NRC). (2012). A Framework for K-12 Science Education: Practices, Crosscutting Concepts, and Core Ideas. Washington, DC: The National Academies Press.
OECD. (2019). PISA 2018 Assessment and Analytical Framework. Paris: OECD Publishing.
Ogunniyi, M. B. (2007). Teachers' stances and practical arguments regarding a science-indigenous knowledge curriculum: Case studies from South Africa. International Journal of Science Education, 29(10), 1189-1211.
Rahayu, S. (2017). Mengoptimalkan aspek literasi sains dalam pembelajaran kimia. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 11(1).
Sadiyono, K. (2020). Ekosistem Pesisir dan Strategi Pelestarian. Jakarta: Bumi Aksara.
Savitri, E. N. (2021). Integrasi etnosains dalam modul IPA untuk meningkatkan literasi sains. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 9(2), 245-256.
Snively, G., & Corsiglia, J. (2001). Discovering indigenous science: Implications for science education. Science Education, 85(1), 6-34.
Sudarmin, S. (2014). Pendidikan Karakter, Etnosains dan Kearifan Lokal. Semarang: Swadaya Manunggal.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sujana, A. (2014). Pendidikan IPA di SD. Bandung: UPI Press.
Sumarni, W. (2018). Etnosains dalam Pembelajaran Sains. Semarang: Unnes Press.
Tytler, R. (2007). Re-imagining Science Education: Engaging Students in Science for Australia's Future. Melbourne: ACER Press.
Uzezi, J. G., & Zainab, A. M. (2017). Effectiveness of ethnoscience enriched instruction on students' attitude to science. International Journal of Educational Benchmark, 7(1), 12-20.
Wahono, B., & Chang, C. Y. (2019). Development and validation of a concept inventory to assess students' understanding and misconception on ethnoscience. Journal of Baltic Science Education, 18(6), 951-965.
Yuliana, I. (2017). Pembelajaran berbasis kearifan lokal di madrasah ibtidaiyah. Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 9(1), 1-15.
Zidny, R., Sjöström, J., & Eilks, I. (2020). A multi-perspective reflection on how indigenous knowledge and socio-scientific issues can inform a culture-sensitive sustainability education. Science & Education, 29(1), 145-173.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Julaiha Umasugi, Rani Patty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





