Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Siswa Kelas VA di MIN 12 Aceh Timur

Authors

  • Mutia Safri Madrasah Ibtidaiyah Negeri 12 Aceh Timur Author

Keywords:

Hasil Belajar, Keaktifan Siswa, Matematika, Problem Based Learning

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di MIN 12 Aceh Timur, khususnya di kelas VA. Siswa cenderung pasif, ragu untuk bertanya, dan kurang terlibat dalam proses pembelajaran yang masih didominasi oleh metode berpusat pada guru. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi untuk mengukur keaktifan siswa dan instrumen tes untuk mengukur hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL yang berfokus pada penyelesaian masalah autentik secara signifikan meningkatkan partisipasi siswa. Siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi, bertanya, dan menyelesaikan persoalan matematika. Secara kuantitatif, terjadi peningkatan signifikan pada nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa dari tahap prasiklus hingga siklus II. Dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Matematika siswa kelas VA di MIN 12 Aceh Timur tahun pelajaran 2024–2025.

References

Abdurrahman, M. (2012). Belajar dan Pembelajaran Matematika. Jakarta: Rineka Cipta.

Amir, M. T. (2010). Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning: Bagaimana Pendidik Melatih Pemecahan Masalah dalam Dunia Nyata. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Arends, R. I. (2008). Learning to Teach (7th ed.). New York: McGraw-Hill.

Arikunto, S. (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, S. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad, A. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Daryanto. (2014). Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah. Yogyakarta: Gava Media.

Depdiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Depdiknas. (2007). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Depdiknas. (2008). Panduan Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Duch, B. J., Groh, S. E., & Allen, D. E. (2001). The Power of Problem-Based Learning. Sterling, VA: Stylus Publishing.

Hamalik, O. (2014). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Hasratuddin. (2015). Mengapa Harus Belajar Matematika?. Medan: Perdana Publishing.

Huda, M. (2014). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Johnson, E. B. (2007). Contextual Teaching and Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna. Bandung: MLC.

Karima, A. I., & Hardini, A. T. A. (2020). Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas II Melalui Model Problem Based Learning. Jurnal Basicedu, 4(3), 661-668.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The Action Research Planner. Victoria: Deakin University Press.

Kunandar. (2013). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: Rajawali Pers.

Majid, A. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. London: Sage Publications.

Mulyasa, E. (2013). Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ramli, M. (2021). Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 18(1), 45-56.

Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, N. (2014). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tan, O. S. (2003). Problem-Based Learning Innovation: Using Problems to Power Learning in the 21st Century. Singapore: Thomson Learning.

Trianto. (2014). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Bumi Aksara.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Jakarta: Sekretariat Negara.

Usman, M. U. (2010). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2025-03-10

How to Cite

Upaya Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Siswa Kelas VA di MIN 12 Aceh Timur . (2025). Asesmen: Jurnal Pembelajaran Dan Riset Pendidikan, 1(2), 120-129. https://journal.putramaysa.com/index.php/Asesmen/article/view/272

Similar Articles

41-48 of 48

You may also start an advanced similarity search for this article.